Cara Sederhana & Mudah Mengetahui pH Tanah

  • BERANDA
  • SITEMAP
  • GAYA HIDUP
  • OBAT ALAMI
  • TIPS
    • Sehat
    • Diet
    • Cara
Home » Tips kesehatan » Cara Sederhana & Mudah Mengetahui pH Tanah

Cara Sederhana & Mudah Mengetahui pH Tanah

Mengukur pH tanah - Bagi anda yang suka berkebun / bertani maka media tanam atau tanah adalah faktor penting yang menunjang keberhasilan dalam bertani atau berkebun. Tanah merupakan media penyuplai unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Jadi sangat penting untuk mengetahui jenis jenis tanah dan tingkat keasaman (pH) untuk keberhasilan bercocok tanam. Kenapa cara mengetahui pH tanah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh petani / pekebun?

Cara Sederhana & Mudah Mengetahui pH Tanah

Kadar keasaman tanah (pH) sanagt mempengaruhi tanaman untuk tumbuh kembang dan mempengaruhi tingkat kesuburan tanah. Ukuran pH antara 0-14. Tanah dengan pH 0-7 bersifat asam, sedangkan pH 7-14 bersifat basa. Tanah dengan pH rendah ataupun tinggi akan mempersulit tanaman menyerap unsur hara. Artinya, tanaman mampu menyerap optimal unsur hara tersebut pada kondisi pH netral, yakni 7.

  • Ciri-Ciri umum larutan asam (biasanya dihitung skala (0-6) yaitu : Terasa masam, Bersifat korosif, Dapat memerahkan kertas lakmus biru, Larutan dalam air dapat mengantarkan arus listrik, Menyebabkan perkaratan logam (korosif). Contoh larutan Asam : Air jeruk, Hidrogen Klorida/Asam Klorida (HCL), Tembaga(II) Sulfat (CuSO4), Alumunium Sulfat (AlSO4) dllContoh cairan bersifat basa: Air laut, cairan pemutih dll.
  • Ciri-ciri umum larutan basa (biasanya dihitung skala (8-14) yaitu : Rasanya pahit, Bersifat licin, Dapat membirukan kertas lakmus merah, Larutan dalam air dapat mengantarkan listrik, Jika mengenai kulit, maka kulit akan melepuh (kaustik Contoh larutan basa : Air Sabun, Amoniak (NH3), Soda Api/Natrium Hidroksida (NaOH),Natrium Karbonat (Na2CO3),
  • Contoh larutan netral (biasanya dihitung skala (7): Alkohol/Ethanol, garam (Natrium Klorida=NaCl), Amonium Klorida, Air abu, air murni dll

Pemicu tanah menjadi lebih asam (pH lebih rendah) beberapa faktor penyebab antara lain:
  • Curah hujan yang tinggi mengakibatkan tercucinya unsur hara pada tanah, kemudian berimplikasi pada terbentuknya tanah asam.
  • Adanya unsur Al (aluminium), Cu (tembaga) dan Fe (besi) yang berlebihan.
  • Air yang tergenang secara terus menerus pada lahan karena tata air atau drainase yang tidak baik.
  • Dekomposisi bahan organik yang mengeluarkan kalsium dari dalam tanah.
  • Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.
  • Secara umum tanah dengan pH rendah merupakan tanah dengan kekurangan kalsium dan magnesium.

Jika larutan tanah terlalu asam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Pada tanah asam, tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut.

Banyak cara untuk mengetahui tanah itu asam atau tidak, baik secara tradisional serta penggunaan alat ukur tentunya. Menggunakan alat ukur pH meter tentunya hasilnya sangat akurat namun tentu saja untuk petani atau pekebun yang hanya memiliki sedikit petak sawah tentu sangat keberatan jika harus membeli alat ini karena harganya yang lumayan mahal. nah ada beberapa cara sederhana untuk mengetahui pH tanah apakah asam, basa atau netral namun kekurangannya adalah kita tidak bisa mengukur dengan tepat berapa jumlah pH tanah. Tetapi hasilnya cukup akurat, nah berikut adalah tipsnya:

Mengetahui pH Tanah Menggunakan Kertas Lakmus atau pH Indicator

Alat dan Bahan:
  1. Kertas lakmus atau pH indikator
  2. Air bening
  3. Gelas
  4. Sendok teh
  5. Sampel tanah (cara mengambil sample tanah: ambil tanah kering dari empat ujung dan tengah-tengah lahan kita, campurkan secara merata, jemur beberapa jam supaya kering. Ini bertujuan agar tanah yang akan diukur pHnya merupakan bagian yang rata dari lahan kita)

Cara pengukuran:
  1. Ambil sedikit sample tanah dan air bening dengan perbandingan 1 : 1
  2. Masukkan dalam gelas
  3. Aduk-aduk hingga benar-benar homogen (merata)
  4. Biarkan beberapa menit hingga campuran air dan tanah tadi memisah (tanahnya mengendap)
  5. Setelah airnya terlihat agak jernih masukkan ujung kertas lakmus atau pH Indikator kedalam campuran tadi (sekitas 1 menit) tetapi jangan sampai mengenai tanahnya.
  6. Tunggu beberapa saat sampai kertas lakmus atau pH indikator berubah warnanya.
  7. Setelah warnanya stabil, cocokkan warna yang diperoleh oleh kertas lakmus atau pH indikator tadi dengan bagan warna petunjuknya.

Mengetahui pH Tanah Secara Tradisional
Cara tradisional mengetahui keasaman tanah ini hanya mendeteksi kondisi tanah kita asam atau basa saja, tidak sampai mengukur berapa pH tanah. Kalau untuk mengetahui lebih berapa pH tanah kita harus menggunakan kertas pH indikator. Jika ingin lebih spesifik lagi (lebih akurat) kita gunakan pH meter.

  1. Bahan yang diperlukan hanyalah kunyit atau kunir, berikut ini langkah-langkahnya:
  2. Ambil kunyit sebesar jari telunjuk
  3. Potong jadi dua
  4. Salah satu potongan kunyit tadi, masukkan kedalam tanah basah yang akan kita ukur pH nya
  5. Tunggu sampai kira-kira sengah jam (30 menit)
  6. Ambil kunyit tesebut dan lihat warna bagian potongan kunyit tersebut

Jika warna bagian yang terpotong tadi pudar berarti tanah kita asam. pH tanah kita netral jika hasil potongan tadi berwarna tetap cerah. Akan tetapi jika warna kunyit tadi biru berarti tanah kita cenderung basa. Jika warna kunyit menjadi pudar, maka dapat dipastikan lahan tersebut memiliki kadar keasaman yang tinggi, pH di bawah 7. Jika warna kunyit tetap, pH tanahnya netral, mendekati 7. Sedangkan, jika warna kunyit menjadi biru, maka kadar keasaman tanah tersebut rendah, pH di atas 7.

Penggunaan Alat Ukur menggunakan pH meter
Dua cara tersebut memang belum terukur tepat. Sebab, hanya mengetahui tanah itu asam atau tidak. Berapa tingkat keasamannya tidak terukur, sehingga masih sulit dalam pemberian perlakuan pada tanah. Karena itu perlu cara yang lebih terukur. Tentunya dengan menggunakan alat pH meter akan menunjukkan dengan tepat dan akurat hasilnya. Caranyapun cukup mudah dengan memasukkan ujung alat pH meter pada keempat ujung titik lahan ditambah satu titik dari tengah lahan. Hasil yang diperoleh langsung dalam bentuk angka yang sudah dirata-ratakan.

Skala keasaman tanah bisa dilihat secara langsung, sehingga mempermudah pemberian dosis dolomit atau kapur pada lahan. Secara umum, setiap kekurangan 1 tingkat dari pH 7 (netral) membutuhkan 2 ton dolomit setiap hektar. Jika pH tanah 5, memberikan dolomit pada lahan sekitar 4 ton/ha. Pemberian dolomit dilakukan sebelum tanaman ditanam atau benih ditabur.
Diposting oleh REV di 01.21 Tidak ada komentar:
Label: Tips kesehatan
Posting Lebih Baru Beranda Posting Lama

Popular Post

  • Cara Hitung Rumus Penting Peternakan Ayam Broiler
    Cara Hitung Rumus Penting Peternakan Ayam Broiler
    Dalam dunia usaha peternakan ayam broiler, pengetahuan dalam menghitung rumus rumus teknis pemeliharaan dan produksi ternak ayam broiler mut...
  • Cara Mudah Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran Dengan Cepat dan Mudah
    Cara Mudah Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran Dengan Cepat dan Mudah
    Cara Mudah Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran dengan Cepat dan Mudah - Lebaran sudah berakhir, dan makanan-makanan bersantan kental  plus ...
  • Cara Alami Mengusir & Mencegah Kucing Liar Masuk Rumah
    Cara Alami Mengusir & Mencegah Kucing Liar Masuk Rumah
    Mengusir kucing liar - Banyak orang suka dengan kehadiran kucing yang lucu, jinak dan bersih. Namun sebagian lain tidak suka melihat kucing...
  • Inilah 19 Artis Indonesia dengan Tahi Lalat di Wajah
    Inilah 19 Artis Indonesia dengan Tahi Lalat di Wajah
    Apa arti tahi lalat bagi anda? Mungkin sebagian dari anda menganggap tahi lalat tidak ada artinya apa-apa, tidak bermakna apa-apa. Tetapi b...
  • Manfaat Daun Melati Untuk Obat Tradisional Demam Berdarah
    Manfaat Daun Melati Untuk Obat Tradisional Demam Berdarah
    Melati putih merupakan jenis tumbuhan dengan daun majemuk menyirip ( pinnatus ). Manfaat daun melati bagi kesehatan diantaranya bisa menyem...
  • Cara Belajar Move On & Melupakan Hubungan Masa Lalu
    Cara Belajar Move On & Melupakan Hubungan Masa Lalu
    Move on dan melanjutkan hidup - Setiap orang akan berbeda pandangan ketika mereka putus hubungan dengan orang yang disayang, ada yang dapat...
  • Percaya Atau Tidak, Tanaman Ini Bisa Mengobati 20 Macam Penyakit Sekaligus!!
    Percaya Atau Tidak, Tanaman Ini Bisa Mengobati 20 Macam Penyakit Sekaligus!!
    Air tanaman adalah air dari hati batang pisang yang sangat mudah kita temukan disekitar kita. Biasanya yang sering dimanfaat untuk dimakan a...
  • Inilah Bahaya Yang Mengintai Bagi Perokok Pasif
    Inilah Bahaya Yang Mengintai Bagi Perokok Pasif
        Bahaya Perokok Pasif . Perokok pasif merupakan istilah umum yang dipakai untuk menggambarkan seseorang yang tidak merokok, namun berada ...
  • Cara Cepat Menguruskan Badan Secara Alami Dengan Teh Melati
    Cara Cepat Menguruskan Badan Secara Alami Dengan Teh Melati
    Cara Cepat Menguruskan Badan Secara Alami Dengan Teh Melati - Ada banyak sekali cara menurunkan berat badan secara alami dan sehat . Nah, s...
  • Tips & Cara Mengkritik tanpa Membuat Mereka Sakit Hati
    Tips & Cara Mengkritik tanpa Membuat Mereka Sakit Hati
    Dalam membangun suatu hubungan dengan orang lain tentu tidak jauh dengan adanya gesekan, perbedaan pendapat, keslahan maupun kekhilafan. Seb...

© INTIPS SEHAT All Right Reserved Empowered by Suryadillaga Powered by Blogger.com.